Showing posts with label Social. Show all posts
Showing posts with label Social. Show all posts

Tuesday, April 10, 2012

Pengendalian Sosial (Control Social)


Pengertian Pengendalian Sosial (Social Control)
Merupakan alat atau cara yang digunakan masyarakat secara komprehensif untuk mengatur perilaku anggotanya agar sesuai dengan aturan, nilai, dan norma sosial.
Ciri Pengendalian sosial
a.       Dilakukan dengan sengaja atau tidak sengaja
b.      Bertujuan untuk mencapai stabilitas
Lembaga Pengendalian Sosial
a.       Lembaga Keluarga
Keluarga memiliki intensitas tinggi untuk mengawasi setiap perilaku anak sehingga dapat mencegah terjadinya perilaku menyimpang.
b.      Lembaga agama
Lembaga agama memberikan pedoman kepada setiap individu untuk bertingkah laku sesuai dengan ajaran agama masing-masing. Nilai agama memiliki sanksi mutlak yang dapat mengendalikan seluruh perilaku masyarakat.
c.       Lembaga Penddikan
Lembaga pendidikan menjadi salah satu alat untuk melaksanakan proses pengendalian sosial di lingkungan sekolah. Lembaga pendidikan akan mengawasi seluruh aktivitas siswa di lingkungan sekolah melalui peraturan yang diterapkan.
d.      Lembaga adat
Lembaga adat menjadi alat pengendalian sosial pada masyarakat tradisional. Lembaga adat memuat nilai dan norma adat istiadat masyarakat setempat agar dapat mengatur seluruh perilaku masyarakat.
e.       Lembaga kepolisian
Lembaga kepolisian bertugas mengendalikan perilaku warga masyarakat agar dapat memelihara dan mewujudkan ketertiban dan keamanan.
f.       Lembaga Pengadilan
Lembaga pengadilan merupakan lembaga Negara yang bertugas menyelidiki, mengusut, dan menjatuhkan hukuman kepada warga masyarakat yang melanggar hokum.
g.      Lembaga Media Massa
Lembaga media massa berperan sebagai alat pengendalian sosial dengan cara mengawasi seluruh kegiatan masyarakat dan pemerintah melalui sajian informasi. Tujuannya agar public dapat menilai serta melakukan pengawasan secara lebih lanjut.
Cara Pengendalian sosial
Secara umum
a.       Pengendalian sosial formal
Sifatnya resmi/formal. Bisa melalui lembaga pendidikan dan hokum.
b.      Pengendalian sosial non formal
Sifatnya non formal biasanya dilakukan pada masyarakat tradisional yaitu dengan cara desas desus, pengucilan, celaan dan ejekan.
Sifat, Proses dan Fungsi Pengendalian Sosial
a.       Sifat Pengendalian sosial
1.  Preventif  : Pengendalian sosial dilakukan dengan cara mencegah adanya gangguan dalam keserasian
2.  Represif : artinya pengendalian sosial untuk mengembalikan keserasian akibat pelanggaran nilai dan norma.
b.      Proses
1.      Persuasif : Pengendalian sosial dengan cara mengajak atau membimbing. Dilakukan tanpa kekerasan.
2.      Koersif : Pengendalian sosial dilakukan dengan cara kekerasan /paksaan. Pengendalian dengan kekerasan bisa dilakukan dengan dua cara yaitu Kompulsi (compulsion) yaitu pemaksaan terhadap seseorang agar taat dan patuh terhadap norma-norma sosial yang berlaku, kemudian Pervasi (pervasion)  yaitu penanaman norma-norma yang dilakukan secara berulang-ulang  agar norma tersebut merasuk ke dalam kesadaran seseorang.
c.       Fungsi
1.      Mempertebal keyakinan masyarakat terhadap norma sosial
2.      Memberikan imbalan bagi warga masyarakat yang menaati nilai dan norma
3.      Mengembangkan rasa takut dalam diri individu jika melakukan kesalahan (pelanggaran) terhadap nilai dan norma.
4.      Mengembangkan rasa malu dalam diri individu
5.      Menciptakan sistem hukum untuk mengatur hubungan masyarakat.

Tidak Berfungsinya Lembaga Sosial
a.       Penyebab tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial
1.      Tidak adanya aturan hukum yang memadai
2.      Ditinggalkannya pengendalian sosial informal
3.      Adanya tindak penyalahgunaan wewenang untuk melindungi pihak yang bersalah
b.      Akibat tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial.
1.      Terganggunya keseimbangan sosial
2.      Pudarnnya nilai dan norma
3.      Maraknya tindak kejahatan dan kekerasan
4.      Krisis sosial dan integrasi sosial

Sunday, October 2, 2011

Selamat Hari Batik Nasional


Hari ini bertepatan dengan tanggal 02 Oktober 2011 merupakan hari batik nasional. Tidak bisa kita pungkiri bahwa batik merupakan salah satu hasil kebudayaan Indonesia yang sekarang sedang dibangga-banggakan. Batik memiliki arti penting bagi warga Indonesia karena merupakan salah satu warisan budaya bangsa yang perlu dijaga dan dilestarikan. Batik bukan hanya terkenal di dalam negeri saja namun juga sudah diakui oleh dunia. Organisasi PBB untuk Pendidikan, Ilmu, dan Budaya (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization/UNESCO) pun menetapkan karya tersebut sebagai warisan dunia asal Indonesia. 

Untuk merayakan hari batik nasional yang jatuh pada hari ini, pemerintah Indonesia mengadakan acara batik besar yaitu  "Indonesia Batik Summit" di Jakarta Convencion Center (JCC). Acara World Batik Summit 2011 diharapkan bisa membentuk forum bagi perajin dan industri batik di seluruh dunia. Ajang tingkat dunia ini dihadiri 1.000 orang delegasi asal dunia yang menjadi ajang promosi bagi produsen batik, praktisi, perajin, dan industri berskala dunia. Untuk memperingati Hari Batik yang jatuh pada 2 Oktober hari ini, bukan hanya World Batik Summit yang digelar. Pasaraya, salah satu pusat pertokoan di Jakarta, pun dengan bangga menampilkan diri menjadi pusat pertokoan dengan warna batik.

Bila pada 1990-an hingga awal 2000-an batik seolah-olah mati suri dan orang malu memakainya, saat ini batik kembali menjadi bagian dari masyarakat. Bahkan pegawai negeri sipil wajib memakainya pada hari Jumat. Batik saat ini juga tidak hanya dipakai orang Indonesia. Masyarakat negara-negara tetangga pun mulai menggunakan dan memproduksinya. Bahkan pada pertemuan pemimpin negara di ASEAN pun selalu ada sesi para pemimpin negara yang memakai batik.

Selamat Hari Batik Nasional, mari budayakan batik. Cintai produk dan budaya dalam negeri. Love and proud Indonesia.


Yutimah Damazier

Tuesday, September 20, 2011

Sosiologi Komunikasi

Konsep Sosiologi Komunikasi

Menurut Soerjono Soekanto, Sosiologi komunikasi adalah kekhususan sosiologi dalam mempelajari interaksi sosial yaitu suatu hubungan atau komunikasi yang menimbulkan proses saling pengaruh mempengaruhi antar para individu, kelompok, antar kelompok.

Sosiologi komunikasi mempelajari interaksi sosial dari segala aspek tentang bagaimana interaksi (komunikasi) dilakukan dengan media, efek media sebagai akibat dari interaksi, perubahan sosial karena media sebagai konsekuensi sosial (akibat) perubahan yang didorong oleh media massa tersebut.

Ranah Sosiologi Komunikasi
Ranah sosiologi komunikasi berada pada wilayah individu, kelompok, masyarakat, dan sistem dunia. Dimana ranah ini bersentuhan dengan teknologi, telematika yang mempengaruhi terjadinya proses dan interaksi sosial dalam budaya dan kosmopolitan. Proses komunikasi dan efek media massa akan menyangkut kepada ranah tersebut.

Kompleksitas studi sosiologi komunikasi adalah sebagai berikut :
Sosiologi komunikasi :
  • Sosiologi
  • Budaya
  • Hukum (agama, IT, administrasi, dll)
  • Ekonomi
  • Negara
  • Teknologi  
Objek sosiologi komunikasi :
  1. Materiil : manusia
  2. Formal ( mengenai proses sosial dan komunikasi/interaksi sosial) 
  • Telematika dan realitasnya
  • Efek media dan norma sosial baru
  • perubahan sosial dan komunikasi
  • Masalah sosial dan media massa
  • Cyber community
  • Aspek hukum dan bisnis media
Komunikasi
Syarat komunikasi :
  • Pelaku komunikasi nyata
  • Terdapat kesamaan makna
  • Manusia atau pelaku komunikasi berakal
  • Disengaja atau tidak disengaja
Jadi, komunikasi adalah proses (usaha) penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan melalui media dengan tujuan untuk memperoleh kesamaan makna.

Unsur komunikasi :
  • Komunikator
  • Pesan 
  • Media 
  • Komunikan
  • Feed back
  • Noise (gangguan)
Di dalam pesan ada 3 hal yang harus diketahui:
  1. Bentuk pesan : Yaitu berupa lambang pesan (Non verbal : Suara, mimik, gerak, Verbal : Lisan dan tulisan)
  2. Makna Pesan : Denotatif (makna asli), dan konotatif (ada makna lainnya)
  3. Penyajian pesan : (ada cara penyajian, struktur penyajian)
 Saluran : Yaitu bisa langsung tatap muka, dan bisa menggunakan media.

Jenis komunikasi menurut jumlah komuniaktor :
  1. Interpersonal : komunikator hanya satu, jadi bisa dikatakan seseorang berkomunikasi secara sendiri.
  2. Antar Personal : Komunikatornya lebih dari satu (Ada timbal balik komunikasi antara dua komunikator tersebut).
  3. Kelompok : 1 (satu) komunikator terhadap banyak komunikan
  4. Organisasi : Lebih luas dari kelompok, terdapat struktur atau pembagian kerja dalam komunikasi organisasi. Jadi bisa terdapat perbedaan antara komunikasi yang diatas kebawah dengan sebaliknya.
  5. Komunikasi publik : Termasuk komunikasi kelompok besar yang membedakannya adalah adanya feedback yang homogen dan cenderung bersifat satu arah.
  6. Komunikasi massa : Adalah komunikasi yang mengunakan media, komunikannya heterogen, terpisah jarak geografis, tidak ada ikatan emosional dan berpengaruh terhadap perubahan sosial.
Tujuan komunikasi : Untuk memperoleh kesamaan makna.
Fungsi komunikasi : - Menyampaikan Informasi, - Menginginkan kesamaan makna, -Mempengaruhi seseorang,


 Karakteristik Komunikasi Massa
  1. Komunikator terlembagakan
  2. Pesan bersifat umum (untuk semua lapisan komunikan)
  3. Komunkannya anonim dan heterogen
  4. Media massa menimbulkan keserempakan
  5. Komunikasi mengutamakan isi ketimbang hubungan
  6. Komunikasi bersifat satu arah
  7. Stimulus alat indra terbatas
  8. Umpan balik tertunda.
  9. Menggunakan media massa (elektronik, cetak, audio, visual, audio visual)
Sosiologi melihat kepada interaksi di dalam pemakaian media massa serta melihat efek media massa dalam masyarakat.

Efek media massa diihat dari segi kognitif, afektif dan konatif atau psikomotor.

Fungsi komunikasi massa :
  1. Fungsi informasi
  2. Fungsi pendidikan
  3. Fungsi mempengaruhi
  4. Fungsi pengembangan mental
  5. Fungsi adaptasi lingkungan 
  6. Fungsi memanipulasi lingkungan.

Teori-Teori Perilaku Menyimpang


Ada 7 (tujuh) Perilaku Menyimpang, yaitu :
    1. Teori asosiasi diferensiasi ( edwin sutherland)
    Asumsi dasarnya bahwasanya orang belajar untuk melakukan penyimpangan, perilaku menyimpang terjai karena norma-norma yang ada di sekitarnya menyimpang atau karena orang berasal dari kelompok non komformitas.
    Sumber penyimpangan : keluarga, teman sebaya, hunian, subkultur, penjara.
    2. Teori pengendalian sosial ( walter rickles)
    Asumsi dasarnya yaitu perilaku menyimpang membutuhkan pengendalian sosial. Pengendalian sosial bisa dibedakan menjadi dua : pengendalian batiniah (inner control) berupa iman, sopan, etika, moral. Yang kedua adalah pengendalian luar seperti polisi, orang tua, guru, petugas keamanan.
    3. Teori labelling (gresham sykes dan david matza)
    Asumsi dasarnya orang melakukan penyimpangan karena adanya signifikasi label lokal yang membentuk konsep diri yang menyebabkan orang menyimpang . Signifikasi berupa nama panggilan, reputasi yang membentuk konsep diri dan mendorong seseorang untuk menyimpang. Label bisa menghasilkan kekuatan label yang membuat seseorang menyimpang,
    Ada 5 teknik menyangkal labeling tersebut :
    a) Penyangkalan tanggung jawab
    b) Penyangkalan cedera : mengakui salah, mengatakan benar
    c) Penyangkalan terhadap korban : mentralisir agar korban tidak menuntut balasan.
    d) Penyangkalan balik para pengutuk : saling menghina, seperti dirjen pajak dan polisi yang sama-sama menuduh korupsi.
    e) Mengangkat tinggi nilai kesetiaan. Ex: demo atas nama negara tapi perilakunya menyimpang dengan membakar dan merusak fasilitas.
    4. Teori Fungsional (perspektif fungsional) oleh emile durkeim
    Melihat penympangan dalam masyarakat secara fungsinya. Fungsi perilaku menyimpang :
    - Mempertegas batasan moral dan norma
    - Mempromosikan integritas sosial
    - Menyeimbangkan struktur
    - Mengaktifkan peran lembaga masyarakat dalam menangani perilaku menyimpang.
    5. Teori ketegangan
    Penyimpangan terjadi karena ketegangan-ketegangan seperti frustasi ekonomi lemah (sebagai tujuan budaya).
    6. Teori kelas dan kejahatan.
     Yaitu masing-masing kelas memiliki gaya dan karakter penyimpangan yang berbeda-beda sesuai dengan kelasnya.
    - Kelas jalanan (pencopetan, perampokan, tawuran, dll)
    - Kelas Kerah Putih ( Kejahatan korporasi bagi orang yang memiliki jabatan tinggi, kelas tinggi seperti korupsi, penyuapan dll).
    - Gender (kejahatan akan berbeda-beda menurut gendernya) misalnya laki-laki : narkoba, pembunuhan, perampokan, pencopetan. Perempuan : penjualan anak, psk dll. Dan secara gender laki-laki lebih banyak melakukan aksi kejahatan.
     
    7. Perspektif Konflik
    Penyimpangan terjadi karena ketidaksetaraan atau konflik. Contoh kejahatan yang dilakuakn oleh kapitalis kepada kelas ploretar yang menyebabkan ketidak setaraan dan konflik.

Perilaku Menyimpang


Definisi, Hakikat dan Fokus Kajian 

Cohen mendefinisikan perilaku menyimpang dengan beberapa definisi :
1. Perilaku menyimpang adalah perilaku yang menyimpang dari aturan-aruran normatif dan tidak sesuai dengan  harapan masyarakat.
2. perilaku menyimpang adalah perilaku yang secara statistik abnormal.
3. Perilaku menyimpang adalah tingkah laku yang patologis (sakit).
4. Perilaku menyimpang adalah perilaku yang secara sosial dianggap tidak baik yang berkaitan dengan peranan penyimpangan (kontekstual, waktu, tempat., dan jumlah).

Hakikat perilaku menyimpang

Hakikatnya perilaku menyimpang adalah perilaku yang menyimpang, melanggar, bertentangan dari aturan-aturan normatif dan harapan masyarakat.

Fokus Kajian 
Ada 3 fokus kajian perilaku menyimpang yaitu :
  1. Actor (pelaku) yaitu fokus terhadap pelaku perilaku menyimpang yang bisa dikategorikan berdasarkan usia, jenis kelamin, jabatan atau status sosial dll. Misalnya anak anak karena usianya yang masih muda akan dikatakan menyimpang jika ia meroko, main judi dll. Contoh lainnya pada jenis kelamin laki-laki tetapi perilakunya menunjukan perilaku seperti perempuan maka ia dianggap menyimpang, pejabat yang korupsi, anak jalanan melakukan pencopetan.
  2. Act (tindakan) yaitu fokus terhadap perilaku menyimpang itu sendiri. Seperti : pencopetan itu sendiri, korupsi itu sendiri, pembunuhan dll.
  3. Sosial Control yaitu kontrol yang dilakukan oleh masyarakat : Guru, polisi, lembaga masyarakat, keluarga dari individu yang bersangkutan.
Fokus kajian menurut safarina sadli :
  1. Bagaimanakah kualitas persepsi sosial terhadap perilaku menyimpang atau bagaimana orang banyak melihat perilaku menyimpang.
  2. Norma apa yang mempengaruhi atau yang terkena perilaku menyimpang?
  3. faktor terhadap timbulnya penyebab variasi dalam penilaian seriousitas dari berbagai tindakan perilaku menyimpang.
Deviasi dan diferensiasi
Karakteristik diferensiasi :
Diferensiasi adalah perbedaan-perbedaan yang ada  dalam individu atau dalam masyarakat yang berupa diferensiasi biologis dan demografis.
  • Diferensiasi biologis : perbedaan dalam bentuk fisik atau dampak fisik. contohnya : tinggi badan yang berbeda, berat badan yang berbeda, tuli, pincang, buta, pigmen kulit, gagap dll. Adanya perbedaan fisik tersebut akan menyebabkan stigma sosial (pendapat sosial) dan menyebabkan kesulitan seseorang atau individu dalam menjalankan perannya secara sosial di masyarakat.
  • Diferensiasi demografis : perbedaan dalam wilayah, suku bangsa, etnis tertentu yang diyakini memiliki perbedaan-perbedaan tertentu. Contohnya : Di wilayah kayu agung terdapat tradisi duta (bandit sosial), Australia yang disana terdapat pembuangan narapidana dari inggris, yahudi dianggap menyimpang. pulau cisilia banyak terdapat mafia.
Karakteristik Deviasi
  • Non behaviora : yaitu yang berkaitan dengan biologis dan demografis
  • Behaviora : yaitu yang berkaitan dengan penyimpangan atau deviasi tingkah laku. Tipe deviasi behaviora tersebut adalah : tipe personal (dilakukan oleh seorang), dan tipe sosial (dilakukan oleh kelompok). Aspeknya : adalah aspek lahiriah (overt) yang terbagi lagi kepada verbal (dialek, gramatikal) dan non verbal (perilaku yang nyata seperti tawuran, mencopet dll). aspek yang kedua adalah aspek covert (tersembunyi) yaitu perilaku yang dapat diamati oleh diri sendiri   contohnya perilaku yang kadang-kadang terjadi secara spontan dan bersikap aneh..
Deviant juga bisa terjadi dalam organisasi. Seperti dalam gank, sindikat, teroris, Organisasi prostitusi, organisasi narkoba, lembaga traffic king dll.
Selain itu juga ada organisasi yang bersifat fornal dan in formal . Formal seperti kejahatan oleh pejabat dan karyawan kantor (korupsi), kejahatan oleh anggota DPRD, Kepolisian, pajak, BI, Depag dll. Organisasi in formal seperti : modus.

Faktor yang mempengaruhi banyaknya variasi deviant :
  1. Keadaan pelaku deviant sendiri yang sesuai dengan visibilitas sosial dan hukuman sosial
  2. Faktor komposisi usia, lingkungan, jenis kelamin, status ekonomi, jabatan / pendidikan, atau tidak adanya komunikasi langsung.
Sebab-Sebab Terjadinya Perilaku menyimpang
  1. Tahap Berfungsi. 
Tokoh : Colemon
  • Penyebab primer (adanya penyebab utama). Penyebab utama tersebut bisa disesuaikan dengan kondisi seseorang dalam melakukan penyimpangan. Seseorang bisa melakuakn penyimpangan karena faktor utamanya faktor keturunan atau biologis atau karena faktor lingkungan dll.
  • Penyebab pencetus. Yaitu penyebab yang mencetuskan atau membuat orang melakukan perilaku menyimpang. contohnya orang melakukan penyimpangan karena dicetuskan oleh faktor ekonomi yang kuirang.
  • Penyebab menguatkan : yaitu karena ada sesuatu yang menguatkan sehingga seorang melakukan penyimpangan. Contohnya : penguatan dari teman sebaya yang juga menyimpang.
  • Penyebab menyiapkan : yaitu suatu penyebab yang pada akhirnya menyiapkan seseorang di masa mendatang menjadi menyimpang. contohnya di indramanyu orang tua menyiapkan anak perempuannya untuk dijual (menyimpang).
  • Sirkularitas faktor penyebab : penyebab yang kompleks.
    2.  Sumber-Sumber Asal 
  • Biologis
Kelemahan Konstitusional Tubuh seperti endomorpix, mesomorpix, ektomorpix, cacat fisik dan kecenderungan reaksi primer. deprivasi fisik, proses emosi yang berlebihan, dan patologi fisik.
 
  • Psikososial
seperti : trauma pada masa kanak-kanak, deprivasi parental (anak yang kurang mendapatkan perhatian dari orangtua), hubungan orang tua yang patogenik (bermasalah), keluarga yang patogerik dan stress berat.
  • Sosial Kultural
Seperti kondisi perang, krisi moneter, diskriminasi ras,  perubahan sosial dan iptek yang terlalu cepat.

Monday, August 22, 2011

" Korupsi " Indonesian Big Problem Today


What's Indonesian Big Problem today?? I think The answer is Corruption.

Berita tentang korupsi beredar dimana-mana, di koran-koran, website-website, di radio, di televisi dan di media komunikasi lainnya. Kasus korupsi di Indonesia tidak pernah habis bagai lautan yang tidak tahu dimana batasnya. Di negara kita korupsi telah menjamur di berbagai segi seperti di segi birokrasi pemerintahan baik tingkat atas maupun tingkat daerah, segi pendidikan, kesehatan, bahkan di tingkat organisasi terkecil atau bahkan juga di tingkat individu. Korupsi sudah menjadi syndrom yang menjangkit dimana-mana.

Beberapa orang telah berusaha menganalisa penyebab munculnya korupsi seperti yang berkaitan dengan masalah kekurangan ekonomi, masalah hukum yang kurang tegas dan sebagainya. Munculnya masalah korupsi bisa jadi disebabkan oleh adanya kekurangan ekonomi seperti terjerat hutang dan kemiskinan sehingga yang bersangkutan melakukan tindakan korupsi. Namun jika kita lihat lebih jauh banyaknya masalah korupsi yang beredar saat ini adalah lebih banyak dilakukan oleh pejabat-pejabat tinggi yang notabene hidupnya sudah sejahtera dan memiliki tingkat ekonomi yang tinggi. Jika demikian adanya, maka tingkatan ekonomi tidak bisa dijadikan patokan bagi faktor munculnya tindakan korupsi. Hal tersebut dikarenakan korupsi bisa dilakukan oleh siapa saja baik oleh orang yang memiliki ekonomi yang tinggi maupun yang rendah.

Tentang hukum, di Indonesia sudah memiliki Undang-Undang tentang korupsi bahkan telah ada badan pemberantasan korupsi sendiri yaitu KPK. Namun jika kita perhatikan lebih jauh apakah dengan adanya UU Korupsi dan adanya KPK maka masalah korupsi bisa teratasi dengan begitu saja? jawabannya tentu saja belum. Bahkan jawabannya bisa jadi tidak jika pengelola hukum itu sendiri tidak bisa tegas atau malah ada pengelola Undang-Undang dan pemilik hukum itu sendiri yang menjadi pelaku korupsi. Hukum harus tegas dan tegasnya hukum bisa dilaksanakan jika orang-orang yang berada dalam hukum tersebut juga bersikap tegas. Di Indonesia ketegasan hukum menjadi hal yang masih dicari.

Korupsi di Indonesia telah menjadi budaya karena kadang dilakukan tanpa disadari dalam kehidupan sehari-hari. Dalam praktek pelayanan publik sehari-hari, batas antara hadiah atau pemberian yang ikhlas dan suap sangatlah tipis. Ini bisa dilihat manakala warga masyarakat ingin menyelesaikan satu urusan birokrasi dengan instansi pemerintah yang bertugas melayani publik, seakan-akan sudah lumrah bila rasa terimakasih perlu dan celakanya harus disampaikan dalam bentuk uang. Suap atau bentuk terimakasihkah kebesiaan seperti ini? Bukan tidak mungkin, warga masyarakat sengaja memberi uang dengan maksud kelak dikemudian hari bila berurusan dengan birokrasi tidak lagi mengalami kesulitan. Artinya, ia harus ikhlas dan terbiasa melakukan praktek suap. Tetapi celakanya, Sang Birokrat memandangnya sebagai pembrian ikhlas dan tidak tidak terkait dengan jabatannya. Bukankah di sini ada perbedaan presepsi atas pemberian uang itu.

Praktek-praktek seperti ini berlangsung terus dalam hidup keseharian kita dan diterima begitu saja sebagai seseuatu yang tak terbantahkan. Mulai dari praktek percaloan di terminal, pelabuhan atau setasiun kereta api hingga urusan izin usaha, perpanjangan SIM, KTP, atau meluluskan anak masuk sebuah sekolah yang dianggap pavorit, dan lain-lain. Praktek yang bernuansa suap-menyuap tampaknya sudah dianggap wajar dan bahkan ada yang menganggap sebagai keharusan.

Dengan adanya hal tersebut maka pada dasarnya saya lebih setuju jika masalah korupsi terjadi karena watak bangsa Indonesia sendiri yang masih rendah. Nilai-nulai kejujuran, nilai-nilai moral, dan keadilan hanyalah sebuah wacana yang selama ini disuarakan namun belum mampu diterapkan. Antropolog Indonesia Koentjaraningrat pernah mengatakan bahwa salah satu mental jelek manusia Indonesia adalah memiliki mental menerabas. Saya setuju dengan hal tersebut dan tindakan korupsi yang merajalela sekarang ini merupakan sebuah hasil dari mental menerabas yang dimiliki oleh manusia Indonesia.

Berdasarkan analisa watak manusia Indonesia tersebut maka menurut hemat saya, wabah korupsi di Indonesia bisa dihilangkan dengan cara merubah mental dan watak manusia Indonesia dari mental menerabas menjadi mental yang tegas. Tegas disini artinya adalah tegas dalam menaati aturan, hukum, nilai-nilai kejujuran dan nila-nilai moral bangsa. Untuk memiliki mental yang tegas dan sadar akan hukum dan nilai-nilai maka diperlukan usaha sejak dini dalam pembentukan karakter yang diinginkan. Oleh karena itu menurut saya perlu adanya kerjasama antara tiga pilar pendidikan yaitu pendidikan di keluarga, sekolah dan masyarakat.

1. Pendidikan Anti Korupsi di Keluarga
Keluarga merupakan tempat pertama bagi individu untuk bersosialisasi. Oleh karena itu keluarga sangat penting dalam mendidik watak dan karakter individu. Sikap yang penting ditanamkan adalah seperti kejujuran, bertanggung jawab, taat aturan dan sebagainya. Seorang anak di dalam keluarga hendaknya sejak dini dididik untuk sadar akan nilai-nilai hukum dan moral.Orang tua hendaknya mengajari anaknya agar senantiasa bersikap jujur dalam kesehariannya.

2. Pendidikan Anti Korupsi di Sekolah
Sekolah juga penting dalam mendidik anak muridnya agar memiliki mental yang tegas dan sadar akan nilai-nilai hukum dan moral. Sikap kejujuran bisa diupayakan seperti dengan diciptakannya kantin kejujuran di sekolah serta upaya-upaya lainnya seperti dilarang berbohong, mencontek, menyogok teman dan sebagainya. Sekolah juga bisa memasukan materi pelajaran mengenai pendidikan anti korupsi demi memupuk watak yang baik bagi murid-muridnya.

3. Pendidikan Anti Korupsi di Masyarakat
Masyarakat sebagai ranah publik hendaknya mampu berpartisipasi dengan cara berperan sebagai kontrol publik. Hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan adanya kampanye publik, iklan tentang anti korupsi dan sebagainya.

Selain tiga pilar pendidikan tersebut, ketegasan hukum di dalam negara Indonesia juga hendaknya ditegakkan. Hukum harus tegas dalam menyikapi pelaku korupsi. Indonesia mestinya belajar dari negara lain seperti Jepang yang pejabatnya rela mengundurkan diri ketika merasa bersalah serta mampu menghukum pelaku korupsi dengan hukuman yang setimpal tanpa harus melihat apakah pelaku itu pejabat, pegawai atau presiden sekalipun. Pendidikan sejak dini untuk mencegah korupsi harus didukung oleh hukum yang tegas dan kuat. Mari bersama-sama merubah mental menerabas menjadi mental tegas yang selalu jujur dan sadar akan hukum dan nilai-nilai moral bangsa. Semoga masalah korupsi di Indonesia bisa cepat diberantas.!!

Yutimah Damazier

Saturday, July 2, 2011

Inspirasi : Si kecil Yang Ingin Mengubah Dunia

Samatha Smith.

 
Seorang gadis kecil yang peduli terhadap apa yang terjadi di dunia. Lahir pada tanggal 29 Juni 1972, dan di usianya yang baru 10 tahun waktu itu tergerak hatinya terhadap apa yang ada di sekitarnta. Ia khawatir akan terjadinya perang dunia antara Amerika dan Uni Sofyet. Dengan kekhawatiran itu akhirnya ia mengirimkan surat kepada pimpinan Uni Sofyet dan berharap tidak terjadi perang dunia antara Uni Sofyet dan Amerika Serikat. Samantha, gadis kecil yang berasal dari daerah perbatasan Amerika dan Kanada tersebut pada akhirnya mendapat respon dari pimpinan Uni Sovyet itu yang kemudian mengundangnya untuk bertemu. Namun sayang Samantha tidak juga dapat bertemu Yuri dan hanya berbicara melalui telepon. Sejak saat itu Samantha Smith dikenal dan dicintai oleh semua pihak di Uni Sovyet dan menjadi Duta Amerika Termuda.

Mari kita sejenak flash back ke belakang, dan mengingat. Di usia 10 tahun, apa yang telah kita lakukan?

Ini adalah isi surat Samantha Smith :
Dear Mr. Andropov,
My name is Samantha Smith. I am ten years old. Congratulations on your new job. I have been worrying about Russia and the United States getting into a nuclear war. Are you going to vote to have a war or not? If you aren't please tell me how you are going to help to not have a war. This question you do not have to answer, but I would like to know why you want to conquer the world or at least our country. God made the world for us to live together in peace and not to fight.
Sincerely,
Samantha Smith

Iqbal Masih
Iqbal Masih yang lahir dari keluarga Pakistan Katholik di Mudrik. Iqbal merupakan seorang anak yang mampu membebaskan 3000 anak-anak dari perbudakan dalam waktu 2 tahun. Saat itu Iqbal masih berusia 10 tahun, dan juga mengalami perbudakan sejak berumur 4 tahun. Akhirnya Iqbal bisa melarikan diri dan bergabung dnegan BLFF (Bonded Labor Liberation Front of Pakistan). Iqbal menjadi juru bicara BLFF dan menyerukan kepada negara-negara di Eropa dan Amerika untuk membebaskan anak-anak dari perbudakan.
Namun menyedihkan, pada tahun 1995 Iqbal Masih meninggal pada usia 13 tahun karena terbunuh oleh suatu mafia yang tidak suka dengan perjuangan Iqbal Masih. 

Tak ada salahnya kita belajar dari mereka. Meskipun mereka masih kecil akan tetapi mereka berani mnyuarakan kebenaran dan keadilan di dunia ini.
 

Sunday, May 22, 2011

Angkot Kota Padang, Bagai Diskotik Berjalan..

Sudah 3 tahun saya berada di kota Padang tercinta ini. Kota padang berada di tepi pantai sehingga terkenal dengan hawa panasnya atau dikenal dengan istilah "Padang Hot City". Banyak ciri khas kota Padang, beberapa diantaranya seperti dari segi makanan yang lezat seperti sate padang, juga rendang, dendeng, sambalado, gulai yang banyak dijual di warung nasi ampera di kota Padang. Kemudian dari bentuk rumahnya yang khas yaitu rumah gadang bergonjong dua yang tak pernah aku liat di Jawa.

Satu ciri khas lagi yang tak terlupakan adalah angkot kota Padang yang menurutku seperti diskotik berjalan. Diskotik berjalan? Ya, diskotik itu salah satu ciri khasnya adalah adanya suara musik yang keras. Pertama kali naik angkot di kota Padang, saya merasa aneh dengan modifikasi angkot yang super ceria yaitu dengan cat warna-warni, banyak hiasan disana-sini dan dengan speakernya yang tertempel di belakang di dekat tempat duduk penumpang. Saat masuk ke dalam dan angkot mulai melaju, baru kusadari suara musik angkot sangatlah keras dengan dentumannya di speaker yang membuat jantung ini seakan mau copot..huuft...

Ya, aku selalu mengeluh dan mengeluh setiap kali naik angkot bahkan jika ada angkot lewat. Terkadang ketika saya sedang duduk di warung yang berada di tepi jalan terasa getaran seperti gempa yang ditimbulkan dari suara musik angkot tersebut. Dentuman musik membahana dan membuatku tak nyaman jika mendengar angkot lewat. Ini adalah gambar speaker yang dipasang di dekat tempat duduk penumpang. Penumpang yang duduk di pojok dekat dengan speaker tentunya akan menikmati dentuman musik yang tidak nyaman di telinga. Ya., setiap saya naik angkot saya berusaha untuk tidak duduk di pojok karena itu akan menyiksa telinga saya, haha :D

Tidak hanya dari segi suara musik angkot yang keterlaluan, terkadang ketidaknyamanan diwarnai oleh perilaku supir angkot yang ugal-ugalan dalam mengendarai angkot. Saya pernah naik angkot yang memang supirnya masih muda bahkan lebih pantas seperti preman gitu. Dia mengendarai angkot secara kencang dan ugal-ugalan, penumpang banyak mengeluh dan menegur supir namun sepertinya tidak mengubah perilaku ugal-ugalan tersebut. Ya, selain suara msuik angkot yang seperti diskotik berjalan, perilaku menyimpang supir angkot juga sangat meresahkan penumpang angkot tentunya.

Sungguh disayangkan, kota Padang yang indah harus tercemar dengan alat transportasi yang tidak nyaman. Hendaknya pemerintah kota Padang mampu bertindak tegas dalam mengatur ketertiban sarana transportasi di kota padang. Masalah transportasi juga perlu diperhatikan dengan serius karena itu berdampak kepada ketertiban kota Padang sendiri.
next page
 
Home | Gallery | Tutorials | Freebies | About Us | Contact Us

Copyright © 2009 Yutimah Damazier |Designed by Templatemo |Converted to blogger by BloggerThemes.Net