Tuesday, April 10, 2012

Pengendalian Sosial (Control Social)


Pengertian Pengendalian Sosial (Social Control)
Merupakan alat atau cara yang digunakan masyarakat secara komprehensif untuk mengatur perilaku anggotanya agar sesuai dengan aturan, nilai, dan norma sosial.
Ciri Pengendalian sosial
a.       Dilakukan dengan sengaja atau tidak sengaja
b.      Bertujuan untuk mencapai stabilitas
Lembaga Pengendalian Sosial
a.       Lembaga Keluarga
Keluarga memiliki intensitas tinggi untuk mengawasi setiap perilaku anak sehingga dapat mencegah terjadinya perilaku menyimpang.
b.      Lembaga agama
Lembaga agama memberikan pedoman kepada setiap individu untuk bertingkah laku sesuai dengan ajaran agama masing-masing. Nilai agama memiliki sanksi mutlak yang dapat mengendalikan seluruh perilaku masyarakat.
c.       Lembaga Penddikan
Lembaga pendidikan menjadi salah satu alat untuk melaksanakan proses pengendalian sosial di lingkungan sekolah. Lembaga pendidikan akan mengawasi seluruh aktivitas siswa di lingkungan sekolah melalui peraturan yang diterapkan.
d.      Lembaga adat
Lembaga adat menjadi alat pengendalian sosial pada masyarakat tradisional. Lembaga adat memuat nilai dan norma adat istiadat masyarakat setempat agar dapat mengatur seluruh perilaku masyarakat.
e.       Lembaga kepolisian
Lembaga kepolisian bertugas mengendalikan perilaku warga masyarakat agar dapat memelihara dan mewujudkan ketertiban dan keamanan.
f.       Lembaga Pengadilan
Lembaga pengadilan merupakan lembaga Negara yang bertugas menyelidiki, mengusut, dan menjatuhkan hukuman kepada warga masyarakat yang melanggar hokum.
g.      Lembaga Media Massa
Lembaga media massa berperan sebagai alat pengendalian sosial dengan cara mengawasi seluruh kegiatan masyarakat dan pemerintah melalui sajian informasi. Tujuannya agar public dapat menilai serta melakukan pengawasan secara lebih lanjut.
Cara Pengendalian sosial
Secara umum
a.       Pengendalian sosial formal
Sifatnya resmi/formal. Bisa melalui lembaga pendidikan dan hokum.
b.      Pengendalian sosial non formal
Sifatnya non formal biasanya dilakukan pada masyarakat tradisional yaitu dengan cara desas desus, pengucilan, celaan dan ejekan.
Sifat, Proses dan Fungsi Pengendalian Sosial
a.       Sifat Pengendalian sosial
1.  Preventif  : Pengendalian sosial dilakukan dengan cara mencegah adanya gangguan dalam keserasian
2.  Represif : artinya pengendalian sosial untuk mengembalikan keserasian akibat pelanggaran nilai dan norma.
b.      Proses
1.      Persuasif : Pengendalian sosial dengan cara mengajak atau membimbing. Dilakukan tanpa kekerasan.
2.      Koersif : Pengendalian sosial dilakukan dengan cara kekerasan /paksaan. Pengendalian dengan kekerasan bisa dilakukan dengan dua cara yaitu Kompulsi (compulsion) yaitu pemaksaan terhadap seseorang agar taat dan patuh terhadap norma-norma sosial yang berlaku, kemudian Pervasi (pervasion)  yaitu penanaman norma-norma yang dilakukan secara berulang-ulang  agar norma tersebut merasuk ke dalam kesadaran seseorang.
c.       Fungsi
1.      Mempertebal keyakinan masyarakat terhadap norma sosial
2.      Memberikan imbalan bagi warga masyarakat yang menaati nilai dan norma
3.      Mengembangkan rasa takut dalam diri individu jika melakukan kesalahan (pelanggaran) terhadap nilai dan norma.
4.      Mengembangkan rasa malu dalam diri individu
5.      Menciptakan sistem hukum untuk mengatur hubungan masyarakat.

Tidak Berfungsinya Lembaga Sosial
a.       Penyebab tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial
1.      Tidak adanya aturan hukum yang memadai
2.      Ditinggalkannya pengendalian sosial informal
3.      Adanya tindak penyalahgunaan wewenang untuk melindungi pihak yang bersalah
b.      Akibat tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial.
1.      Terganggunya keseimbangan sosial
2.      Pudarnnya nilai dan norma
3.      Maraknya tindak kejahatan dan kekerasan
4.      Krisis sosial dan integrasi sosial

Saturday, March 17, 2012

METAMORFOSA KEHIDUPAN


Sekali lagi aku berbalik kebelakang.
Aku ingin melihat semua yang telah berputar.
Aku ingin melihat semua yang tak mampu ku kembalikan.

Lalu aku bagai tersedot oleh sebuah lorong kecil.
Kaset-kaset perekam berputar membawa ku.
Melihatku kembali saat pertama ku mengenal dunia.


Kepolosan mengajariku tentang keikhlasan.
Tawa dan tangis mengajariku tentang perjuangan.
Memberi dengan caranya mengajariku tanggung jawab.
Amarahnya mengajariku tentang sebuah perhatian.

Aku tak mampu memahami semua.
Hingga ku berada di tempat yang berbeda.

Hingga ku tahu disana ada harapan, do'a dan impian.
Selalu membalut ulat-ulat kecil menjadi kepompong.

Kepompong kecil akankah menjadi kupu-kupu yang sempurna?

Aku terus merasa bahwa ini proses metamorfosis.
Dan aku tak tahu kapan menjadi kupu-kupu yang sempurna.

Lalu kusadari hari ini.
Saat hidupku untuk belajar dan mengajar.
Saat ku masih mengais-ngais makna hidup yang sebenarnya.
Saat ku mencoba memperbaiki diriku, dan apa yang kucinta.

Lalu kusadari sebenarnya.
Bahwa hidup adalah sebuah metamorfosa.
Bahkan ketika benar-benar telah menjadi kupu-kupu.
Hidup harus terus berproses dan belajar.

Tak ada yang benar-benar berhenti selama nafas belum berhenti.
Aku berjalan untuk terus belajar dalam sebuah metamorfosa.
Aku kepompong yang berharap akan menjadi kuat.
Hingga menjadi kupu-kupu yang terbang ke peraduan_NYA.
next page
 
Home | Gallery | Tutorials | Freebies | About Us | Contact Us

Copyright © 2009 Yutimah Damazier |Designed by Templatemo |Converted to blogger by BloggerThemes.Net