Monday, September 3, 2012

My year :)

Subhanallah, tahun 2012 ini merupakan tahun yang luar biasa untukku. Awal tahun aku harus menyelesaikan penelitian skripsi di Dharmasraya yang melelahkan dan harus rela bolak-balik padang-dhamasraya. Masih di awal tahun juga, aku harus PL di SMAN 10 Padang selama 1 semester. Aktifitas saat PL lumayan padat, masuk ngajar jam 06.45 pagi dan pulang hampir selalu setelah jam 3 sore. Laporan observasi, segala perangkat mengajar, PTK, dan juga skripsi harus diurus berbarengan. PL diakhiri dengan ujian PL dan harus segera menyelesaikan skripsi agar bisa segera kompre/ujian skripsi.


28 Juli 2012 adalah hari bersejarah karena hari itu aku ujian skripsi pertama kalinya dari BP 2008 dengan senior-senior. Ujian skripsi pun tidak semulus yang dibayangkan karena harus 3 kali ujian dikarenakan penguji skripsi ada yang sibuk sehingga diganti dengan hari lain, luar biasa.. karena teman-teman lain kebanyakan hanya 1 kali ujian dengan penguji yang lengkap. Meskipun demikian, Allhamdulillah ujian skripsi berjalan lancar dan mendapatkan nilai A.


Setelah selesai ujian skripsi, hari-hari disibukan dengan perbaikan dan mengurus persyaratan wisuda. Belum sempat merasakan wisuda yang akan dilaksanakan tanggal 29 september, ternyata Allah telah mempersiapkan kejutan indah untukku. Keluarga mas meminang/melamarku, meskipun awalnya ragu dan merasa belum 100% siap tapi lewat shalat Istikharah, Allah meyakinkan aku bahwa menyegerakan untuk menyempurnakan setengah agamaku ini adalah pilihan yang terbaik.

Finally, tanggal 24 Agustus 2012 merupakan hari bersejarahku yang selanjutnya. Hari dimana aku dan masku mengucap janji suci dengan sakral kepada-NYA untuk hidup bersama membina keluarga yang SAMAWA dan menyempurnakan setengah agamaku. Semoga setelah ini kehidupanku bisa lebih baik dan bisa menjalani semua skenario-NYA dengan baik.








Hari esok akan datang, 29 september kunantikan yaitu hari bersejarahku yang selanjutnya (wisuda), semoga aku bisa mempersembahkan yang terbaik untuk mereka yang telah berjuang dalam membantu terselesaikannya jenjang pendidikanku di UNP. Di akhir tahun, 6 oktober hari bersejarah lainnya menanti yaitu hari kelahiranku. Usiaku 23 tahun, terimakasih atas kasih sayangMU yaa Rabb, bantu dan kuatkan hamba untuk tetap menyayangi orang-orang disekitarku dan memberikan yang terbaik untuk mereka yang telah mencintai, berkorban dan menyayangi diriku Aamiin. ^_^

Tuesday, April 10, 2012

Pengendalian Sosial (Control Social)


Pengertian Pengendalian Sosial (Social Control)
Merupakan alat atau cara yang digunakan masyarakat secara komprehensif untuk mengatur perilaku anggotanya agar sesuai dengan aturan, nilai, dan norma sosial.
Ciri Pengendalian sosial
a.       Dilakukan dengan sengaja atau tidak sengaja
b.      Bertujuan untuk mencapai stabilitas
Lembaga Pengendalian Sosial
a.       Lembaga Keluarga
Keluarga memiliki intensitas tinggi untuk mengawasi setiap perilaku anak sehingga dapat mencegah terjadinya perilaku menyimpang.
b.      Lembaga agama
Lembaga agama memberikan pedoman kepada setiap individu untuk bertingkah laku sesuai dengan ajaran agama masing-masing. Nilai agama memiliki sanksi mutlak yang dapat mengendalikan seluruh perilaku masyarakat.
c.       Lembaga Penddikan
Lembaga pendidikan menjadi salah satu alat untuk melaksanakan proses pengendalian sosial di lingkungan sekolah. Lembaga pendidikan akan mengawasi seluruh aktivitas siswa di lingkungan sekolah melalui peraturan yang diterapkan.
d.      Lembaga adat
Lembaga adat menjadi alat pengendalian sosial pada masyarakat tradisional. Lembaga adat memuat nilai dan norma adat istiadat masyarakat setempat agar dapat mengatur seluruh perilaku masyarakat.
e.       Lembaga kepolisian
Lembaga kepolisian bertugas mengendalikan perilaku warga masyarakat agar dapat memelihara dan mewujudkan ketertiban dan keamanan.
f.       Lembaga Pengadilan
Lembaga pengadilan merupakan lembaga Negara yang bertugas menyelidiki, mengusut, dan menjatuhkan hukuman kepada warga masyarakat yang melanggar hokum.
g.      Lembaga Media Massa
Lembaga media massa berperan sebagai alat pengendalian sosial dengan cara mengawasi seluruh kegiatan masyarakat dan pemerintah melalui sajian informasi. Tujuannya agar public dapat menilai serta melakukan pengawasan secara lebih lanjut.
Cara Pengendalian sosial
Secara umum
a.       Pengendalian sosial formal
Sifatnya resmi/formal. Bisa melalui lembaga pendidikan dan hokum.
b.      Pengendalian sosial non formal
Sifatnya non formal biasanya dilakukan pada masyarakat tradisional yaitu dengan cara desas desus, pengucilan, celaan dan ejekan.
Sifat, Proses dan Fungsi Pengendalian Sosial
a.       Sifat Pengendalian sosial
1.  Preventif  : Pengendalian sosial dilakukan dengan cara mencegah adanya gangguan dalam keserasian
2.  Represif : artinya pengendalian sosial untuk mengembalikan keserasian akibat pelanggaran nilai dan norma.
b.      Proses
1.      Persuasif : Pengendalian sosial dengan cara mengajak atau membimbing. Dilakukan tanpa kekerasan.
2.      Koersif : Pengendalian sosial dilakukan dengan cara kekerasan /paksaan. Pengendalian dengan kekerasan bisa dilakukan dengan dua cara yaitu Kompulsi (compulsion) yaitu pemaksaan terhadap seseorang agar taat dan patuh terhadap norma-norma sosial yang berlaku, kemudian Pervasi (pervasion)  yaitu penanaman norma-norma yang dilakukan secara berulang-ulang  agar norma tersebut merasuk ke dalam kesadaran seseorang.
c.       Fungsi
1.      Mempertebal keyakinan masyarakat terhadap norma sosial
2.      Memberikan imbalan bagi warga masyarakat yang menaati nilai dan norma
3.      Mengembangkan rasa takut dalam diri individu jika melakukan kesalahan (pelanggaran) terhadap nilai dan norma.
4.      Mengembangkan rasa malu dalam diri individu
5.      Menciptakan sistem hukum untuk mengatur hubungan masyarakat.

Tidak Berfungsinya Lembaga Sosial
a.       Penyebab tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial
1.      Tidak adanya aturan hukum yang memadai
2.      Ditinggalkannya pengendalian sosial informal
3.      Adanya tindak penyalahgunaan wewenang untuk melindungi pihak yang bersalah
b.      Akibat tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial.
1.      Terganggunya keseimbangan sosial
2.      Pudarnnya nilai dan norma
3.      Maraknya tindak kejahatan dan kekerasan
4.      Krisis sosial dan integrasi sosial
next page
 
Home | Gallery | Tutorials | Freebies | About Us | Contact Us

Copyright © 2009 Yutimah Damazier |Designed by Templatemo |Converted to blogger by BloggerThemes.Net